Alat Pernapasan Manusia







Pernahkah kamu bertanya mengapa kita bernapas dengan menghirup oksigen? Mengapa tidak menghirup nitrogen yang keberadaannya lebih melimpah di lingkungan?
Gbr. 1 Seorang wanita menghirup udara untuk bernapas
(Aifen, 2011)
Manusia dapat hidup berminggu-minggu tanpa makanan dan dapat tahan berhari-hari tanpa air, tetapi akan meninggal dalam beberapa menit apabila tidak mendapat udara. udara yang kita hirup mengandung gas oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme di dalam tubuh. Dari hasil metabolisme ini akan diperoleh energi. Maka dari itu, kita bernapas menghirup oksigen.
Apakah kamu pernah mendengar istilah respirasi? Samakah pengertian antara respirasi dan pernapasan? Ternyata, respirasi itu berbeda dengan pernapasan. Pernapasan adalah proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya. Sedangkan respirasi adalah proses perombakan bahan makanan menggunakan oksigen sehingga diperoleh energi dan gas sisa pembakaran berupa karbondioksida dan uap air. Dari penjelasan tersebut, jelas terlihat bahwa respirasi berbeda dengan pernapasan.
Alat pernapasan apa saja yang dilalui oleh udara?
Gbr. 2 Penampang alat pernapasan manusia
(Syamsuri,2004)


Sistem pernapasan manusia merupakan sistem pernapasan yang paling kompleks dengan didukung oleh alat-alat pernapasan yang kompleks. Pernapasan pada manusia tidak terjadi secara langsung, maksudnya adalah udara tidak berdifusi masuk ke dalam sel melalui permukaan kulit manusia. Tetapi, udara masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Saluran pernapasan itu terdiri dari rongga hidung, laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).

Hidung
Hidung merupakan alat pernapasan pertama yang dilalui udara. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut dan selaput lendir yang berguna untuk menyaring udara, menghangatkan udara, serta mengatur kelembapan udara. Karena itulah, bernapas sebaiknya melalui hidung.
Gbr. 3
(Dokumen BioFuntastic)
Rongga hidung berhubungan dengan rongga mulut. Pernahkah kamu merasakan sakit flu? Ketika hidungmu tersumbat, maka segala makanan yang masuk seperti tidak berasa dan tidak nikmat. Hal ini terjadi karena hubungan antara rongga hidung dan rongga makanan terganggu. Akibatnya, molekul makanan dan uap makanan terhalang oleh tebalnya lendir. Sehingga, makanan terasa tidak mempunyai rasa.
Laring
Udara yang melewati hidung selanjutnya akan melewati bagian belakang rongga hidung yang disebut faring (tekak). Faring merupakan lanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara ke laring. Faring merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dengan rongga hidung ke tenggorokan. 

Pangkal tenggorokan disebut laring. Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun. Cobalah perhatikan jakun pada perempuan dan laki-laki! Dapatkah kalian jelaskan mengapa jakun pada laki-laki pada umunya terlihat lebih menonjol?
Gbr. 4 Penampang glotis dan epiglotis
(Aryulina, 2010)
Bagian dalam dinding laring digerakkan oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah yang menghubungkan faring dengan trakea. Pada laring juga terdapat selaput suara yang akan bergetar jika ada udara yang melaluinya, misalnya pada saat kita berbicara.
Gbr. 5 Jalur makanan
(Time-Life, 2000)
Laring dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorokan yang disebut epiglotis (anak tekak). Pernahkah kalian tersedak ketika sedang makan? Peristiwa tersedak erat kaitannya dengan kerja epiglotis. Perhatikan Gbr. 5, kerongkongan akan memipih selama bernapas dan akan membuka ketika ada makanan yang masuk. Selama menelan, epiglotis menutup bagian atas tenggorokan agar tidak kemasukan makanan. Jika kita menelan makanan pada saat epiglotis belum menutup, maka makanan akan masuk ke tenggorokan dan kita akan tersedak. Tanggapan refleks berupa tersedak tersebut merupakan upaya untuk memaksa makanan keluar dari tenggorokan.
Trakea
Trakea atau biasa disebut sebagai batang tenggorokan merupakan lanjutan saluran pernapasan setelah laring. Trakea tersusun dari cincin tulang rawan yang terletak di depan kerongkongan dan berbentuk pipa. Bagian dalam trakea dilapisi oleh selaput lendir dan mempunyai lapisan yang terdiri dari sel-sel bersilia. Lapisan bersilia ini berfungsi untuk menahan debu atau kotoran dalam udara agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Jika kita tiba-tiba batuk atau bersin, hal itu terjadi karena terdapat debu atau lendir yang mengganggu jalannya pernapasan. Tahukah kamu apa perbedaan antara batuk dan bersin? Jika bersin terjadi karena ada partikel asing di hidung, sedangkan  batuk terjadi karena ada partikel atau zat asing di dalam paru-paru atau tenggorokan. 
Bronkus
Trakea memiliki percabangan yang disebut bronkus. Bronkus merupakan bagian yang menghubungkan paru-paru dengan trakea. Bronkus terdapat di paru-paru kanan dan kiri. Setiap bronkus terdiri dari lempengan tulang rawan dan dindingnya terdiri dari otot halus. Bronkus bercabang-cabang lagi yang disebut bronkiolus. Dinding bronkiolus tipis dan tidak bertulang rawan. Posisi bronkiolus kanan lebih vertikal daripada bronkiolus kiri. Jika ada kuman masuk, bronkiolus kanan lebih mudah mengeluarkannya. Akibatnya, bronkiolus kiri lebih rentan terhadap penyakit bronkitis.
Paru-paru
Gbr. 6 Penampang paru-paru
(Time-Life, 2000)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada dan di atas diafragma. Diafragma merupakan sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan rongga perut. Paru-paru diselubungi oleh selaput elastis yang diebut pleura.
Gbr.7 Alveolus dan pembuluh kapiler
(Aryulina, 2010)
Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri dari tiga gelambir sedangkan paru-paru kiri terdiri dari dua gelambir. Di dalam paru-paru inilah terdapat bronkus dan bronkiolus. Bronkiolus paru-paru bercabang-cabang lagi membentuk saluran-saluran halus yang berakhir pada gelembung-gelembung halus atau gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus sangat tipis, namun elastis dan mengandung kapiler-kapiler darah. Pada dinding alveolus terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Gbr. 8
(Dokumen BioFuntastic)
Ketika kamu merasa mengantuk, tak jarang kamu akan menguap. Dapatkah kamu jelaskan mengapa terjadi fenomena menguap? Cobalah browsing dari sumber internet lainnya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Setelah kamu mempelajari bahasan materi mengenai alat-alat pernapasan pada manusia, kerjakanlah soal latihan yang telah disediakan di dalam BioFuntastic. Kerjakanlah dengan benar!
Klik di sini untuk mengerjakan soal latihan!
Bagaimanakah hasil jawabanmu? Untuk lebih memahami materi ini, kerjakanlah bahan diskusi berikut untuk dibahas pada pertemuan yang akan datang.

Klik di sini untuk mengerjakan LKS materi. 


6 komentar:

Ilma Riksa Isfiani mengatakan...

Kerjakanlah soal latihan dan LKS materi dengan benar...

Ilma Riksa Isfiani mengatakan...

Jika ada yang ingin Anda tanyakan mengenai materi di atas, silahkan komentar di sini..

Inan Salinan mengatakan...

Sukses penelitiannya. Semangat...

Anonim mengatakan...

knp paru-paru kanan cenderung mudah terserang penyakit dibandingkan paru-paru sebelah kiri?

iLmaiL mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

Terima kasih atas postingan ini, sangat membantu,
Semangat berbagi ilmu slalu :)

Poskan Komentar

Jika ada yang ingin ditanyakan mengenai materi di atas, silahkan cantumkan di bawah ini....